Bimbingan Penyuluhan Islam menuju Whole of Government

Kamis, 14 Oktober 2021, jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) mengadakan acara Semiloka yang bertajuk “Penguatan Peran Penyuluh Dalam Pendampingan Keluarga Diberbagai Bidang Kehidupan: Perspektif Psiko-religius”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan luring. Kegiatan ini merupakan forum perdana silaturahmi antar penyuluh dari beberapa instansi diantaranya: Penyuluh Agama Kementerian Agama Kab. Ponorogo, Petugas Desa Migran Produktif Dinas Tenaga Kerja Kab. Ponorogo, Penyuluh KB dan Insan Genre Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Relawan Pelayanan Terpadu Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat (PATBM), Pekerja Sosial, dan Relawan P2TP2A Dinsos PPPA, Rohaniwan Rutan Kelas II B Ponorogo, Rohaniwan RS. Muslimat, Rohaniwan RS PKU Muhammadiyah Ponorogo.

   

 

Pada kesempatan yang sama, pada sesi seminar para Kepala Dinas menyampaikan pemaparan tentang permasalahan keluarga yang menjadi ruang lingkup dinas untuk diatas. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kab. Ponorogo menyampaikan tentang kondisi Pekerja Migran Indonesia (PMI) setelah pulang ke Indonesia dan kembali ke desanya masing – masing. Disnaker mengupayakan untuk mengawal kepulangan serta mendampingi pasca kepulangan para PMI agar tetap produktif secara finansial dan tentunya ketahanan keluarganya. Selain itu Bapak H.M. BEDIANTO, SH, MM menyambut baik ajakan kerjasama IAIN Ponorogo melalui jurusan BPI untuk setiap Senin dan Rabu turut serta membantu memeriksa kesiapan mental para PMI yang menyiapkan dirinya berangkat ke daerah (negara) tujuan bekerja.

 

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana,  Bapak Drs. Harjono, M.Kes, menyampaikan tentang kondisi remaja Ponorogo yang masih perlu perhatian bersama agar terhindarkan dari resiko – resiko penyakit menular akibat pergaulan bebas. Selain itu, beliau menyampaikan bahwa Penyuluh KB, Insan Genre yang juga banyak dari mahasiswa IAIN Ponorogo, serta konselor sebaya yang tergabung dalam PIK-R di SMP dan SMA se Ponorogo tentunya sangat membutuhkan kolaborasi bersama mahasiswa dan dosen BPI.

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Ponorogo yang diwakili oleh Ibu Dra. Budi Lestari Mukti, MM. menyampaikan terdapat 26 poin ruang lingkup kerja yang terangkum dalam bidang – bidang pelayanan: Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial; Bidang Penanganan Fakir Miskin dan Pemberdayaan Sosial; Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial; Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Selama ini mahasiswa BPI IAIN Ponorogo telah beberapa kali berkunjung, melakukan pengamatan dan wawancara dilingkungan Dinsos P3A Kab. Ponorogo. Sebelum pandemi hadir, proses magang mahasiswa BPI juga telah pernah dilaksanakan di Dinsos P3A ini. Lebih lanjut, Dinsos P3A berharap dengan luasnya ruang lingkung permasalahan keluarga yang membutuhkan pendampingan dapat dipandang sebagai peluang para lulusan BPI untuk segera hadir ditengah masyarakat.

Narasumber yang keempat adalah Bapak Arya Galung, AMD.IP, SH Kepala Rumah Tahanan Kelas IIB Kab. Ponorogo. Pada kesempatan ini, Bapak Arya menyampaikan sisi lain kehidupan rumah tahanan dan tantangan residivis setelah dari lembaga pemasyarakat kembali ke keluarga dan masyarakat. Dengan hadirnya jurusan BPI magang di Rutan, berharap para narapidana dapat mendapatkan teman berbagi cerita, mencurahkan angan, dan mendapatkan insight dari perbincangan yang menerima mereka dengan tanpa syarat. Pada sesi ini para peserta semiloka antusias untuk bertanya mengulik kehidupan dan permasalahan narapidana.

Pada sesi Lokakarya bersama Bapak Drs. Sentot Haryanto, M.Si. Psi. para peserta semiloka diberikan penguatan – penguatan atas tantangan – tantangan para penyuluh yang dihadapi di lapangan. Bapak Sentot menyampaikan melakukan pendekatan kepada warga binaan dapat dilakukan dengan cara – cara yang kreatif. Warga yang didampingi tentu akan merasa digurui jika para penyuluh langsung memberikan wejangan. Namun dengan mengenali karakteristik warga, menggunakan alat atau simbol, menggunakan humor dan perumpamaan, serta cara kreatif lainnya warga akan merasa dimengerti dan disenangkan. Hati yang senang inilah yang akan membantu warga dapat menerima wejangan yang diberikan.

 

Semiloka ini menjadi wahana bertemunya para pemangku kepentingan BPI menyampaikan masukan yang konstruktif dan menjalin hubungan kolaboratif guna mengatasi persoalan yang ada dimasyarakat sesuai dengan prinsip whole of government. Harapannya dikemudian hari terdapat suatu mekanisme layanan yang responsif yang menaungi dan menghubungakan pada dinas – dinas yang berwenang sesuai dengan permasalahan masyarakat. Sinergitas yang tertuang dalam nota kesepahaman antara IAIN Ponorogo dengan beberapa dinas menjadi kunci untuk terwujudnya whole of government di Kabupaten Ponorogo. (WA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *