Semester ini Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah melaksanakan yudisium untuk 104 mahasiswa baik dari jurusan Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IAT), Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), dan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI). Salah satu dari mahasiswa yang yudisium ada mahasiswa yang berasal dari negara Thailand yaitu Lutfee Hayeuma. Lutfee biasa dia dipanggil adalah mahasiswa dari Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) yang berasal dari Songkhla, Thailand. Lutfee Hayeuma mengatakan bahwa awalnya ia bisa berkuliah di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo karena ia mendapatkan beasiswa dari pondok dia sebelumnya yang memiliki program beasiswa untuk WNA (Warga Negara Asing).

 

 

Pada saat diwawancarai oleh tim FUAD Cyber Center (FUCER) terkait kesannya kuliah di FUAD, Lutfee menyampaikan bahwa selama kuliah di FUAD, Lutfee merasa sivitas akademikanya baik dan ramah. Selain itu, lingkungan sekitar kampus juga ramah dimana ketika di jalan atau ke warung, warga masyarakat selalu menyapa dan mengajak mengobrol padahal belum saling mengenal. Begitu juga di lingkungan kampus sikap sopan-santun mahasiswa-mahasiswi juga terjaga dengan baik. Dosen selalu membimbing dan memberikan semangat bagi Lutfee dalam menuntut ilmu. Lutfee juga menyampaikan bahwa “Saya akan selalu ingat bahwa ketika kuliah disini yaitu pada saat saya tidak punya kendaraan untuk berangkat kuliah ke kampus. Namun ada teman saya yang selalu mengantar jemput saya.” Begitu tuturnya.

Adapun dalam proses pengerjaan skripsi dalam wawancara dengan kami, Lutfee menyampaikan bahwa dalam mengerjakan skripsi Lutfee Hayeuma memiliki beberapa kendala, salah satunya adalah bahasa Indonesia. Menurut penuturannya, bahwa skripsi yang ia kerjakan adalah polos, dalam arti tidak dapat dibaca oleh orang-orang Indonesia pada umumnya. Walaupun demikian semangatnya tidak pernah menurun (selalu tinggi), ditambah juga dengan dukungan dari dosen pembimbing, serta teman-temannya yang pada akhirnya ia dapat menyelesaikan skripsinya dengan baik. Terakhir Lutfee Hayeuma menyampaikan pesan kepada para mahasiswa/mahasiswi ataupun calon mahasiswa/mahasiswi di Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah bahwa untuk menuntut ilmu atau berkuliah tidak perlu mencari kampus yang mahal dan ternama. Menurutnya, IAIN Ponorogo adalah kampus yang tepat dan berkualitas. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa yang terpenting adalah keinginan untuk belajar itu ada karena yang dicari adalah ilmu bukan kampusnya.

Categories: BERITA