KAMIS (11/08/2022) Rombongan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo mengadakan kunjungan ke Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia (STTAI) Surabaya. Rombongan terdiri dari 4 orang yaitu Dekan FUAD, Dr. H. Ahmad Munir, M.Ag, Wadek I FUAD, Dr. Muh. Tasrif, M.Ag, Wadek III FUAD, Dr. Iswahyudi, M.Ag dan Ketua Jurusan IAT, Irma Rumtianing U.H, M.SI.

Kunjungan ini dimaksudkan untuk melakukan dua hal yaitu pertama, penandatanganan kesepakatan pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan oleh kedua belah pihak (FUAD dan STTAI) dalam tri dharma perguruan tinggi terutama dalam Mata Kuliah Teologi Islam, Teologi Kristen, Seminar Bersama dan lain-lain. Penandatanganan ini adalah tindak lanjut dari MoU yang telah dilakukan oleh Rektor IAIN Ponorogo dengan Ketua STTAI yang dilaksanakan di Kampus IAIN Ponorogo Jum’at (15/07/2022) yang lalu. Kedua, untuk memenuhi undangan dari STTAI dalam acara Wisuda yang ke XII. Dalam acara tersebut Dekan FUAD, Dr. H. Ahmad Munir, M.Ag dimohon untuk memberikan orasi ilmiah.

Dalam orasi ilmiah, Dekan FUAD menyatakan bahwa tugas-tugas wisudawan/i sangatlah penting untuk masyarakat. Ini berlaku untuk semua agama, termasuk Kristen dan Islam. Tugas tersebut adalah tugas-tugas kemanusiaan. Tugas-tugas tersebut seperti membangun kehidupan yang damai, toleran, saling menghargai dan saling berkerjasama dalam membangun bangsa. Apa yang disampaikan oleh Dekan FUAD sesuai dengan harapan Ketua STTAI, Dr. Efraim da Costa, SH., M.Pd tentang pentingnya kejujuran semua pihak, termasuk Wisudawan dalam menjalani kehidupan terutama dalam mengamalkan ilmu di masyarakat.

Kegiatan ini sangat penting untuk kedua belah pihak. Pertama, kegiatan ini adalah pintu awal untuk saling membangun kerjasama yang baik dalam tri dharma perguruan tinggi terutama dalam pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kedua institusi bisa saling melengkapi dalam hal pemahaman mereka tentang aspek-aspek tertentu dalam tri dharma perguruan tinggi seperti informasi agama Kristen oleh orang kristen sendiriatau sebaliknya. Seperti diketahui, STTAI adalah lembaga perguruan tinggi di bawah naungan PGI yang berafiliasi kepada Kristen Protestan. Dengan memahami agama lain dari pelaku akan dapat menghilangkan salah sangka atau saling curiga yang tidak berdasar. Kedua, sebagai wujud penguatan moderasi agama yang sedang dikuatkan keberadaannya di Indonesia. Sebagai institusi yang ada di NKRI, perguruan tinggi adalah institusi terdepan dalam moderasi agama ini. Di perguruan tinggi terdapat berbangai unsur yang kuat dan saling mendukung yaitu ada pakar, ilmuan, lembaga riset, referensi yang kuat dan lain-lain. Jika unsur-unsur tersebut saling berkerjasama tentu NKRI akan menjadi kuat dan intoleransi beragama akan bisa diminimalisir. Semoga.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan seminar bersama tentang moderasi beragama yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan September. Semoga lancar. Amiin.

Kategori: BERITA